Soal Uji coba ukk

Posted by MASJOHANE On 07.09.00

Prediksi UKK IPA KLS 8 2015/2016

Posted by MASJOHANE On 17.41.00
◈ gambar ayunan,      salah satu besaran pada getaran
◈ gambar ayunan,  hubungan panjang tali terhadap frekuensi atau periode getaran
◈ tabel,     hubungan amplitudo dengan frekuensi atau periode getaran
◈ beberapa pernyataan      contoh jenis gelombang berdasarkan mediumnya
◈ beberapa pernyataan,     contoh jenis berdasarkan arah rambatan terhadap arah getarannya.
◈ gambar gelombang,      dua besaran pada gelombang
◈ gambar,     karakteristik gelombang bunyi
◈ pernyataan,   menghitung jarak benda terhadap sumber bunyi jika besaran lainnya diketahui
◈ pernyataan,     pengaruh keadaan dawai terhadap frekuensi nada yang dihasilkan.
◈ peristiwa dalam kehidupan sehari-hari,     kaitan peristiwa tersebut dengan resonansi
◈ gambar resonansi kolom udara,   menghitung panjang gelombang  jika besaran lainnya diketahui.
◈ gambar pemantulan bunyi,   menghitung jarak jika besaran lainnya diketahui.
◈ pernyataan tentang pemantulan cahaya,      contoh jenis pemantulannya
◈ jarak bayangan pada cermin datar jika jarak benda diketahui.
◈ ilustrasi letak benda dan sifat bayangan,      sifat bayangan yang dihasilkan jika jarak benda diubah.
◈ pernyataan cermin cekung,      jarak fokus jika besaran lainnya diketahui.
◈ gambar lukisan bayangan,      lukisan bayangan yang benar (option berpa gambar)
◈ gambar,   menghitung perbesaran yang dihasilkan jika besaran lainnya diketahui.
◈ gambar bola mata,     salah satu fungsi dari bagian mata
◈ gambar cacat mata dengan titik dekat mata,     jenis dan ukuran lensa yang sesuai.
◈ pernyataan,      jarak terjauh atau terdekat dari penderita cacat mata.
◈ pernyataan,   menghitung perbesaran lup jika besaran lainnya diketahui.
◈ tabel,      bagian-bagian dari mikroskop
◈ gambar penampang membujur akar tumbuhan, dapat menunjukan fungsi bagian tertentu.
◈ perbedaan berkas pengangkut pada batang monokotil dengan batang dikotil
◈ fungsi salah satu jaringan pada daun
◈ bagian-bagian akar yang dilalui air tanah
◈ faktor-faktor yang mempengaruhi naiknya air dari akar samapai kedaun.
◈ tujuan salah satu perlakuan pada percobaan Ingenhousz.
◈ zat hasil fotosintesis yang dimanfaatkan tumbuhan dan manusia.
◈ gambar gerak akar tumbuhan mendekati rangsang, dapat    gerak tumbuhan tersebut dengan benar
◈ gambar daun Mimosa pudica, dapat    jenis gerak yang terjadi
◈ data macam gerak tumbuhan, dapat memilih yang termasuk gerak endonom
◈ organisme yang termasuk hama berdasarkan data yang disajikan
◈ tabel, dapat    pasangan jenis penyakit dan mikroorganisme yang menyebabkan penyakit tersebut dengan tepat
◈ bahan kimia utama pada detergen
◈ bahan kimia utama pemutih.
◈ tabel, dapat menunjukan nama zat dan efek negative yang timbul dari penggunaan farfum dengan tepat
◈ jenis bahan aditif yang ditambahkan untuk mewarnai makanan berdasarkan data yang disajikan
◈ data menu makanan.     bahan kimia yang berfungsi sebagai pemanis dan pengawet
◈ bahan dalam cat yang berguna untuk meningkatkan daya tahan pigmen cat.
◈ fungsi obat
◈ zat yang terkandung dalam salah satu zat adiktif bukan narkotika dan psikotropika
◈ ciri – ciri fisik pada orang pengguna zat adiktif dan psikotropika berdasarkan data yang disajikan
◈ hal yang harus dilakukan oleh seseorang yang sudah terlanjur kecanduan psikotropika
◈ gambar gelombang ,   menghitung besaran-besaran  pada gelombang.
◈ pernyataan,   menghitung besaran-besaran pada cermin cekung
◈ nama bagian penampang melintang batang dikotil dan fungsinya, berdasarkan gambar yang   proses percobaan Ingenhouse untuk membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan oksigen
◈ dampak negatif rokok terhadap aspek kesehatan

TUGAS AKHIR MAPEL IPA KELAS 8 2016

Posted by MASJOHANE On 16.08.00
SUSUNAN MAKALAH

Cover
Daftar Isi
Kata Pengantar
Bab I Pendahuluan
Bab II Pembahasan
Bab III Penutup
Daftar Pustaka
Lampiran


Bab yang dijadikan pokok bahasan masalah adalah " Zat Adiktif dan psikotropika 
Hal-hal yang harus dibahas atau harus terdapat dalam makalah anda adalah:
1. Penjelasan
 Bisa menjelaskan perbedaan Zat Adiktif dan Psikotropika
2. Menyebutkan berbagai contoh Zat Adiktif , lengkap dengan penjelasan dan gambar / Ilustrasinya.
3. Menyebutkan berbagai contoh Zat psikotropika , lengkap dengan penjelasan dan gambar / Ilustrasinya.
4. Menjelaskan bahaya dari mengkonsumsi Zat Adiktif dan psikotropika 
5. Menjelaskan bagaimana cara menghindarkan diri dari Mengkonsumsi Zat Adiktif dan psikotropika 
6. Kemukakan pendapat anda bagaimana langkah atau tindakan yang harus dilakukan oleh pemerintah terhadap pengguna dan pengedar NARKOBA

BAHAN KIMIA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Posted by MASJOHANE On 17.52.00

Pernahkah kamu mendengar kata bahan kimia? Tahukah kamu apakah sebenarnya bahan kimia itu? Bahan kimia merupakan sesuatu yang tak pernah lepas dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari kamu bangun tidur, lalu pergi ke kamar mandi, menggosok gigi, sarapan pagi, dan aktivitas sehari-hari baik di rumah maupun sekolah, sebenarnya kamu telah berinteraksi dengan bahan-bahan kimia. Bahan kimia dalam kehidupan dibedakan atas bahan kimia rumah tangga, industri, pertanian, kesehatan, dan bahan makanan. Selain itu juga terdapat bahan kimia sebagai zat adiktif dan psikotropika.
Pada waktu mandi, kamu menggunakan sabun yang mengandung bahan kimia pembersih. Ketika baju seragammu kotor, kamu menggunakan bahan kimia untuk memutihkannya. Begitu juga parfum yang kamu gunakan untuk mengharumkan badanmu juga mengandung bahan kimia. Pada malam hari ketika mau tidur, kamu menggunakan obat nyamuk untuk mengusir nyamuk. Obat nyamuk juga menggunakan bahan kimia.

Bahan Kimia Rumah Tangga
Bahan kimia rumah tangga dapat kita kelompokkan menjadi empat kelompok yaitu pembersih, pemutih, pewangi, dan pembasmi serangga.
Pembersih
Pembersih adalah bahan yang berfungsi untuk membantu mengangkat dan melarutkan kotoran yang melekat pada suatu benda. Kita dapat mengelompokkan bahan kimia sebagai pembersih berdasarkan kemasannya masing-masing. Setiap produk biasanya dibungkus dalam kemasan yang berbeda-beda. Dari kemasan inilah kita dapat mengetahui komposisi kandungan bahan-bahan kimianya. Masing-masing pabrik akan memberikan kemasan yang semenarik mungkin sehingga konsumen tertarik untuk menggunakannya.
Kandungan Bahan Utama dalam Pembersih
Jenis Pembersih
Kandungan Bahan Kimia Utama
Sabun mandi
Sabun colek (cuci)
Pencuci tangan
Bubuk detergen
Pencuci peralatan dapur
Pembersih lantai
Krim pencukur
Pasta gigi
Sampo
Pembersih muka
Kalium palmitat atau kalium stearat
Natrium palmitat atau natrium stearat
Natrium palmitat atau natrium stearat
Linear alkil sulfonat (LAS)
Linear alkil sulfonat (LAS)
Asam klorida atau benzalkonium klorida
Kalium stearat dan natrium stearat
Natrium lauril sulfat
Natrium lauril eter sulfat
Kalium palmitat atau kalium stearat

Bahan kimia utama dalam pembersih sering disebut sebagai bahan aktif. Bahan aktif ini berfungsi sebagai surfaktan. Selain bahan kimia utama tersebut, tentu saja masing-masing produk pembersih mendapatkan tambahan bahan-bahan yang dapat mengoptimalkan fungsi produk tersebut sesuai dengan tujuan penggunaannya.
Pemutih
Produk pemutih berfungsi untuk memutihkan pakaian putih yang terkena noda yang susah dibersihkan dengan pembersih biasa. Selain untuk memutihkan pakaian, ada pula produk pemutih yang berfungsi untuk memutihkan wajah atau tubuh.
Saat ini banyak ditawarkan berbagai produk pemutih dengan berbagai kemasan. Pemutih ada yang berbentuk padat dan cair. Bahan utama pemutih padat (bubuk putih) adalah kalsium hipoklorit dengan rumus kimia Ca(ClO)2 yang secara umum dikenal sebagai kaporit. Bahan ini lazim dipakai untuk mensucihamakan air PAM dan kolam renang. Bahan utama pemutih cair adalah natrium hipoklorit dengan rumus NaOCl.
Pewangi
Produk pewangi digunakan untuk mengharumkan ruangan atau tubuh. Produk pewangi ada yang berbentuk cair, seperti pengharum tubuh, ruangan, dan pakaian. Produk pewangi cair ini digunakan dengan cara menyemprotkannya ke bagian-bagian tubuh dan ruangan atau merendam pakaian dalam cairan pewangi. Selain yang berbentuk cair, ada juga yang berbentuk padat, seperti kapur barus. Cara menggunakan produk pewangi yang berwujud padat, yaitu dengan menyimpannya di ruangan terbuka. Aroma yang digunakan dalam pewangi biasanya aroma bunga atau buah.
Pembasmi serangga
Produk pembasmi serangga atau insektisida digunakan untuk membunuh serangga yang merusak atau mengganggu manusia, seperti nyamuk, lalat, dan kecoa. Sebagian besar produk pembasmi serangga yang beredar di pasaran adalah untuk membasmi nyamuk. Produk ini biasa dikenal dengan sebutan ‘obat nyamuk’.
Produk pembasmi serangga ini ada yang berbentuk padat dan cair. Produk pembasmi serangga cair digunakan dengan cara menyemprotkannya ke seluruh ruangan yang banyakterdapat serangga. Ada juga produk pembasmi nyamuk berbentuk cair yang dipakai dengan cara dioleskan ke bagian-bagian tubuh, seperti tangan dan kaki. Produk pembasmi serangga yang berbentuk padat, cara menggunakannya ada yang dibakar dan ada juga yang menggunakan listrik. Bahan pembasmi serangga tergolong zat beracun. Oleh karena itu kamu harus berhati-hati dalam penggunaan maupun penyimpanannya.
Berbagai contoh produk rumah tangga yang menggunakan bahan kimia yaitu sabun, sampo, obat nyamuk bakar, parfum, detergen, dan lain-lain.

Bahan kimia di bidang industri
Saat ini bahan kimia hampir dipakai dalam setiap bidang kehidupan, termasuk di bidang industri. Industri-industri yang menggunakan bahan kimia antara lain industri semen, cat, dan lain-lain.
Bahan Kimia dalam Semen
Bahan baku utama untuk membuat semen adalah batu kapur, batu gamping, dan lempung. Adapun bahan baku yang ditambahkan untuk membuat semen adalah bauksit (bijih aluminium), bijih besi, dan pasir. Dalam bahan baku semen tersebut terdapat senyawa kimia trikalsium silikat, dikalsium silikat, kalsium aluminat, dan tetrakalsium aluminoferat. Selain itu, juga terdapat senyawa kalsium oksida (CaO), silikon dioksida (SiO2), aluminium oksida (Al2O3), dan besi (III) oksida (Fe2O3).
Bahan Kimia dalam Cat
Cat digunakan untuk memperindah ruangan dengan warnawarna yang menarik. Cat yang biasanya sering dipakai adalah cat kayu dan cat tembok. Daya lekat antara cat tembok dan cat kayu berbeda. Cat kayu mempunyai daya rekat yang lebih kuat daripada cat tembok. Bahan kimia yang ada dalam cat tembok di antaranya adalah kalsium karbonat (CaCO3), titanium dioksida (TiO2), PVAC (Poly Vinyl Acrylic), kaolin, pigmen, dan air.



Bahan kimia di bidang pertanian
Bahan kimia yang digunakan di bidang pertanian, seperti pada pupuk dan pestisida. Pupuk digunakan untuk menyuburkan tanah sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik, sedangkan pestisida digunakan untuk mencegah dan membasmi hama tanaman.
Pupuk
Ada sekitar 16 unsur hara yang diperlukan oleh tumbuhan agar dapat tumbuh dengan subur. Unsur hara tersebut antara lain unsur karbon (C), hydrogen (H), oksigen (O), nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), kalsium (Ca), magnesium (Mg), dan belerang (S). Jumlah unsur hara yang tersedia di alam terbatas. Oleh karena itu, para petani membutuhkan unsur hara tambahan yang dapat diperoleh dari pupuk. Ada dua jenis pupuk yang saat ini digunakan, yaitu pupuk alami dan pupuk buatan.
Pupuk alami adalah pupuk yang terbuat dari bahan-bahan alam, seperti dari tumbuhan dan hewan. Contoh pupuk alami, yaitu pupuk kandang dan pupuk kompos. Pupuk kandang adalah pupuk yang diperoleh dari kotoran hewan ternak, seperti kotoran ayam dan kambing. Bahan kimia yang banyak terdapat dalam pupuk kandang di antaranya nitrogen, fosfor, dan kalium. Adapun pupuk kompos adalah pupuk yang diperoleh dari daun-daun yang telah ditimbun dalam tanah dan dicampur dengan kotoran hewan. Saat ini pupuk kompos banyak digunakan untuk menyuburkan tanaman-tanaman hias dalam pot.
Pupuk buatan adalah pupuk yang diperoleh dari hasil olahan industri pupuk. Berikut adalah jenis pupuk buatan.
Pupuk yang mengandung unsur nitrogen (N)
Contoh:
- Urea, rumus kimianya (NH2)2CO
- ZA (zwavelsure ammonia), rumus kimianya (NH4)2SO4
Pupuk yang mengandung fosfor (P) dan kalsium (Ca)
Contoh:
- TSP (Triple Superphosphat), rumus kimianya Ca3(PO4)2
- SP (Superphosphat), rumusnya Ca(H2PO4)
Pupuk yang mengandung unsur kalium (K)
Contoh: KCl (kalium klorida)
Pestisida
Pestisida adalah bahan-bahan racun yang digunakan untuk membunuh makhluk hidup yang mengganggu tumbuhan, ternak dan sebagainya yang diusahakan manusia untuk kesejahteraan hidupnya. Pestisida berasal dari kata pest dan cide. Pest berarti hama, sedangkancide berarti membunuh. Makhluk hidup yang biasanya mengganggu tanaman, antara lain ulat, wereng, tikus, jamur, dan gulma. Pestisida merupakan bahan racun, maka penggunaanya perlu kehati-hatian.Penyemprotan pestisida perlu memperhatikan keamanan operator (orang yang menyemprotkan pestisida), bahan yang diberi pestisida, dan lingkungan sekitarnya.
Penggolongan pestisida berdasarkan target sasarannya adalah sebagai berikut.
Insektisida, pestisida yang digunakan untuk membunuh serangga (insekta)
Fungisida, pestisida yang digunakan untuk membunuh cendawan atau jamur
Herbisida, pestisida yang digunakan untuk membunuh gulma atau tumbuhan pengganggu
Akarisida, pestisida yang digunakan untuk membunuh tungau dan caplak (acarina)
Rodentisida, pestisida yang digunakan untuk membunuh binatang pengerat, seperti tikus
Nematisida, pestisida yang digunakan untuk membunuh nematoda

Bahan kimia di bidang kesehatan
Bahan kimia sangat erat kaitannya dengan kesehatan. Pemanfaatan bahan kimia dalam bidangkesehatan antara lain obat-obatan dan zat radioaktif.
Beberapa Jenis Obat yang Penting
Kelas obat
Contoh
Keterangan
Pengurang
rasa sakit
(pain relievers).
Aspirin (asam asetil
salisilat)
Beraksi sebagai analgesik (penghilang rasa sakit) dan sebagai antipiretik (pengurang demam). Ada kelompok orang yang tidak dapat mentoleransi aspirin, sehingga sering diganti dengan phenacetin atau acetaminophen.
Antihistamin
Prometasin
Menyembuhkan alergi. Obat jenis ini menimbulkan efek kantuk.
Antibiotik
Pinisilin-G
Dihasilkan oleh mikroorganisme dan digunakan untuk menghambat pertumbuhan atau membunuh mikroorganisme lain.
Analgetik-
Antipiretik
Acetaminophenum
Acidum
Analgetik : mengurangi atau melenyapkan rasa nyeri tanpa menghilangkan kesadaran. Antipiretik : menurunkan suhu tubuh yang tinggi
Analgetik-
Narkotik
Hydromorphini-
Hydrochloridum
Metadon
Memiliki daya penghalang rasa nyeri yang besar, menimbulkan perasaan nyaman (euforia), menimbulkan kantuk (mengurangi kesadaran), dan berefek adiksi (ketagihan)
Anestetik
Chlorbutanolum (lokal)
Chloroform (umum)
Penghilang rasa (anestesia umum dan anesthesia
Antasid
Alumunii hydroxydum
colloidale
Magnesii carbonas
Menetralkan asam lambung

Bahan kimia di bahan makanan
Saat ini, makanan dibuat sedemikian rupa agar terasa lezat, terlihat menarik, dan tahan lama. Untuk mencapai tujuan tersebut, pada makanan ditambahkan berbagai bahan kimia yang dinamakan zat aditif. Zat aditif adalah bahan kimia yang dicampurkan ke dalam makanan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas makanan, menambahkan kelezatan, dan mengawetkan makanan. Penggunaan zat aditif sebenarnya sudah dimulai sejak ribuan tahun yang lalu. Nenek moyang kita telah menggunakan garam untuk mengawetkan daging dan ikan, serta rempah-rempah untuk melezatkan makanan. Zat aditif yang digunakan sebagai pewarna telah digunakan untuk memberi warna kuning pada mentega sejak abad ke-14. Penduduk Asia juga sudah menggunakan sejenis bahan penyedap seperti monosodium glutamate (MSG) atau biasa disebut vetsin.
Di zaman modern seperti sekarang ini, bahan tambahan makanan digunakan dalam skala yang makin luas. Luasnya penggunaan bahan tambahan makanan dapat dilihat dari pengelompokannya seperti diatur dalam peraturan Menkes nomor 235 (1979). Dalam peraturan Menkes tersebut, disebutkan bahwa berdasarkan fungsinya, bahan tambahan makanan (zat aditif) dikelompokkan menjadi 14, di antaranya, yaitu: antioksidan dan antioksidan sinergis, pengasam, penetral, pemanis buatan, pemutih dan pematang, penambah gizi, pengawet, pengemulsi (pencampur), pemantap dan pengental, pengeras, pewarna alami dan sintetis, penyedap rasa dan aroma, dan lainnya.
Bahan aditif yang mesti dicantumkan dalam kandungan isi meliputi bahan buatan atau alami yang ditambahkan untuk memperbaiki penampilan, bau, rasa, konsistensi atau lama penyimpanannya.Biasanya, bahan aditif diberi kode huruf E (Eropa) dan diikuti dengan tiga angka. Misalnya, E 100 sebagai kode pewarna, E 200 kode konsevator, E 300 kode antioksida, dan E 400 kode pengemulsi atau stabilisator. Contoh bahan aditif itu adalah E 200 asam sorbat, E 201 Na sorbat, E 300 asam askorbat, E 311 oktil gallat, E 320 butil hidroksilanisol (BHA), dan E 321 butilhidroksil toluena (BHT). Berdasarkan asalnya, bahan aditif pada makanan dibedakan menjadi dua, yaitu alami dan buatan.

Zat adiktif dan psikotropika
Zat adiktif adalah bahan-bahan alamiah, semi sintetis maupun sintetis yang dapat menimbulkan ketagihan dan ketergantungan bagi pemakainya. Zat adiktif ini biasa dipakai sebagai pengganti morfin atau kokain yang dapat mengganggusistem saraf pusat. Kelompok yang termasuk zat adiktif iniantara lain rokok, minuman keras, serta alkohol yang mengandung etil etanol, inhalen/sniffing (bahan pelarut) berupa zat organik (karbon) yang menghasilkan efek yang sama dengan yang dihasilkan oleh minuman yang beralkohol atau obat anaestetik jika aromanya dihisap, seperti lem/perekat, aseton, dan eter.
Zat psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku (Undang-Undang No. 5/1997). Zat yang termasuk psikotropika antara lain sedatin (Pil BK), rohypnol, magadon, valium, mandarax, amfetamin, fensiklidin, metakualon, metifenidat, fenobarbital, flunitra-zepam, ekstasi, shabu-shabu, dan LSD (Lycergic Alis Diethyl-amide).

  
source : http://rizkadiana19.blogspot.co.id/2012/06/ipa-terpadu-kelas-2-smpmts.html

MATERI PELAJRAN KELAS 8 " BAHAN KIMIA "

Posted by MASJOHANE On 17.48.00
Bahan Kimia Dalam Kehidupan
 A. Bahan Kimia Rumah Tangga
1. Pengelompokan Bahan Kimia Rumah Tangga
 a. Pembersih
 b. Pemutih
 c. Pewangi
 d. Pembasmi Serangga
 Pengaruh Penggunaan Bahan Kimia Rumah Tangga
 a. Pengaruh Bahan Kimia pada Produk Pembersih
 b. Pengaruh Bahan Kimia pada Produk Pemutih
c. Pengaruh Bahan Kimia pada Produk Pewangi
d. Pengaruh Bahan Kimia pada Produk Pembasmi Serangga
 Efek Samping Penggunaan Bahan Kimia Rumah Tangga dan Pencegahannya
a. Efek Samping Penggunaan Produk Pembersih
b. Efek Samping Penggunaan Produk Pemutih
c. Efek Samping Penggunaan Produk Pewangi
d. Efek Samping Penggunaan Produk Pembasmi Serangga
B. Bahan Kimia di Bidang Industri, Pertanian, dan Kesehatan
1. Bahan Kimia di Bidang Industri
 a. Bahan Kimia dalam Semen
 b. Bahan Kimia dalam Cat
 c. Industri Bahan Kimia
2. Bahan Kimia di Bidang Pertanian
 a. Bahan Kimia dalam Pupuk
3. Bahan Kimia di Bidang Kesehatan
a. Bahan Kimia dalam Obat-obatan
b. Bahan Kimia dalam Zat Radioaktif
C. Bahan Kimia dalam Bahan Makanan
1. bahan kimia menambah cita rasa
2 Bahan Kimia Tambahan Alami pada Makanan
3. Bahan Pewarna Alami
4 Bahan Pemanis Alami
5. Bahan Pengawet Alami
6. Bahan Penyedap Alami
D. Bahan Kimia Tambahan Buatan pada Makanan
1. Bahan Pewarna Buatan
2.Bahan Pemanis Buatan
3. Bahan Pengawet Buatan

4. Bahan Penyedap Buatan

SOAL SOAL KISI UTS 2 KLAS VIII 15/16

Posted by MASJOHANE On 23.42.00
SOAL PREDIKSI UTS II 2015/16
1.      Yang dimaksud dengan
a.       ½ getaran adalah dari …
b.      ¾ getaran adalah dari ..

2.       Apakah yang dimaksud dengan
a.       Frekuensi
b.      Amplitude
c.       Getaran
3.       Sebuah getaran memiliki frekuennsi 30 Hz, jka getran tersebut teradi dalam waktu 1,5 menit berapa jumlah getran yang dihasilkan
4.       Sebuah getaran memiliki periode 0,5,s.  getran tersebut terjadi dalam waktu 2 menit berapa jumlah getran yang dihasilkan
5.       Sebutkan contoh contoh gelombang
a.       G mekanik
b.      G. tranversal
c.       Gel. Elektromagnetik
6.       Sebuah gelombang memiliki frekuennsi 30 Hz, jka gelombang  tersebut teradi dalam waktu 1,5 menit berapa jumlah gelombang yang dihasilkan
7.       Berapakh cepat rambat sebuah gelombang yang mempunyai frekuensi 25 Hz dan panjang gelombangnya 10 m
8.      
 

     Perhatikan gambar diatas, jika gelobang tersebut terjadi dalam waktu 3 detik. Hitunglah cepat rambatnya
9.       Sebutkan pembagian gelombang bunyi berdasar frekuensinya
10.   Sebutkan manfaat manfaat gelomabng bunyi
11.   Apakah yang dimaksud
a.       Resonansi
b.      Nada
c.       Timbre
12.   Seorang anak mendengar bunyi yang memiliki panjang gelombang sebesar 5 meter. Jika cepat rambat bunyi di udara adalah 340 m/s, tentukan besarnya frekuensi bunyi yg di dengar oleh anak tersebut 
13.   Kedalaman laut akan diukur dengan teknik pantulan ultrasonic. Getaran pulsa ultrasonic yang dipancarkan dari kapal, diterima kembali oleh penerima di kapal 4 detik kemudian. Cepat rambat bunyi dalam air laut 1400 ms–1. Kedalaman laut tersebut adalah 
14.   Tono berteriak dengan suara keras di hadapan tebing yang tinggi. Tiga detik kemudian terdengar gema yang merupakan bunyi pantul suaranya. Sekiranya cepat rambat bunyi di udara saat itu adalah 340 m/s, maka jarak tebing dari tempat Tono berteriak sekitar….meter. 
15.   Perbandingan frekuensi nada d dengan nada b adalah 27 : 45. Jika frekuensi nada d 297 Hz, maka frekuensi nada b adalah ... 
http://fisikastudycenter.com/
16.   Apakah yang di maksud gaung dan gema, bagaimanakah cara memngatasi terjadinya gaung

PENTINGYA TABAYYUN " KONFIRMAS I"

Posted by MASJOHANE On 06.26.00

Mengapa Mesti Tabayyun? | Tabayyun


MENGAPA MESTI TABAYYUN?
Oleh
Ustadz Syaikh Mudrika
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
Wahai orang- orang yang beriman, jika ada seorang faasiq datang kepada kalian dengan membawa suatu berita penting, maka tabayyunlah (telitilah dulu), agar jangan sampai kalian menimpakan suatu bahaya pada suatu kaum atas dasar kebodohan, kemudian akhirnya kalian menjadi menyesal atas perlakuan kalian.
[al-Hujurât/49:6].
MUQADDIMAH
Kehidupan bermasyarakat tidak lekang dari isu, gosip sampai adu domba antar manusia. Keadaan ini diperkeruh oleh adanya sekelompok masyarakat menjadikan gosip dan `aib serta `aurat (kehormatan) orang lain sebagai komoditas perdagangan untuk meraup keuntungan dunia. Bahkan untuk tujuan popularitas ada yang menjual gosip yang menyangkut diri dan keluarganya.
Perilaku gosip yang telah menjadi penyakit masyarakat ini tidak disadari oleh kebanyakan pecandunya, bahwasanya menyebarluaskan gosip itu ibarat telah saling memakan daging bangkai saudaranya sendiri. Allah Ta’ala menggambarkan demikian itu ketika melarang kaum beriman saling ghibah (menggunjing), sebagaimana tersebut dalam al-Qur`ân:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ
Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian prasangka adalah dosa. Jangan pula kalian memata-matai dan saling menggunjing. Apakah di antara kalian ada yang suka menyantap daging bangkai saudaranya sendiri? Sudah barang tentu kalian jijik padanya. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allaah Maha menerima taubat dan Maha Penyayang. [al-Hujurât/49:12].
Dari penyakit ini, syahwat akan meluas dan berkembang penyakit lain yang tidak kalah bahayanya, di antaranya kebiasaan berbohong, memutuskan silaturrahim, melakukan hajr (memboikot, mendiamkan), at-tahazzub (kekelompokan), al-walâ` dan al-barâ` (suka dan benci) yang tidak sesuai tempatnya, bahkan sampai bisa sampai pada tahapan saling membunuh. Na’ûdzu billâhi min dzâlik.
Penyakit menggungjing ini tidak akan terobati selama Al-Qur`ân hanya diperlakukan sebagai sekedar ilmu pengetahuan yang dibaca dan dikhutbahkan di mimbar- mimbar, dan tidak menjadikannya sebagai terapi. Padahal Allah Ta`ala berfirman:
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ
Dan kami turunkan Al-Qur`ân sebagai obat dan rahmah bagi kaum beriman. [al-Isrâ`/17:82].
Allah Ta`ala juga berfirman:
إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ
Sesungguhnya Al-Qur`ân ini membimbing ke jalan yang paling lurus. [al-Isrâ`/17:9]
Terapi dari Al-Qur`ân dengan satu kata inti, yaitu tabayyun. Allah Ta’ala telah menyebutkannya dalam surat al-Hujurât/49 ayat 6 ini, dan insyaa Allaah, akan dilakukan pembahasan yang ditinjau dari tiga sisi. Wallâhul- Muwaffiq.
SABABUN- NUZÛL
Al-Hâfizh Ibnu Katsîr menyatakan, ayat ini dilatarbelakangi oleh suatu kasus sebagaimana diriwayatkan dari banyak jalur. Yang terbaik, ialah dari Imam Ahmad dalam Musnad-nya, dari jalur kepala suku Banil-Mushthaliq, yaitu al-Hârits ibnu Dhirâr al-Khuzâ`i, ayah dari Juwairiyah bintil-Hârits Ummil-Mu`minîn Radhiyallahu anhuma.
Al-Imam Ahmad rahimahullah berkata : “Kami diberithu oleh Muhammad ibnu Sâbiq, beliau berkata : aku diberithu ‘Îsâ ibnu Dînâr, beliau berkata : aku diberithu oleh ayahku, bahwa beliau mendengar langsung penuturan al-Hârits ibnu Dhirâr al-Khuzâ`i Radhiyallahu anhu :
Al-Hârits mengatakan: “Aku mendatangi Rasûlillâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Beliau mengajakku ke dalam Islam, akupun menyetujuinya. Aku katakan: ‘Wahai, Rasûlullâh. Aku akan pulang untuk mengajak mereka berislam, juga berzakat. Siapa yang menerima, aku kumpulkan zakatnya, dan silahkan kirim utusan kepadaku pada saat ini dan itu, agar membawa zakat yang telah kukumpulkan itu kepadamu’.”
Setelah ia mengumpulkan zakat tersebut dari orang yang menerima dakwahnya, dan sampailah pula pada tempo yang diinginkan Rasûlillâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam , ternyata utusan tersebut menahan diri dan tidak datang. Sementara itu al-Hârits mengira bahwa Allah dan Rasul-Nya marah, maka ia pun segera mengumpulkan kaumnya yang kaya dan mengumumkan: “Dulu Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menentukan waktu untuk memerintahkan utusannya agar mengambil zakat yang ada padaku, sedangkan menyelisihi janji bukanlah kebiasaan Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan tidak mungkin utusannya ditahan, kecuali karena adanya kemarahan Allah dan Rasûl-Nya. Maka dari itu, mari kita mendatangi Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam”.
Sebenarnya Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengutus al-Walîd ibnu `Uqbah kepada al-Hârits untuk mengambil zakat tersebut, tetapi di tengah jalan, al-Walîd ketakutan, sehingga ia pun kembalilah kepada Rasûlillâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam sembari mengatakan: “Wahai, Rasûlallâh! Al-Hârits menolak menyerahkan zakatnya, bahkan hendak membunuhku,” maka marahlah Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu mengutus pasukan kepada al-Hârits. Sementara itu, al-Hârits telah berangkat bersama kaumnya.
Tatkala pasukan berangkat dan meninggalkan Madinah, bertemulah al-Hârits dengan mereka, kemudian terjadilah dialog:
Pasukan itu berkata: “Ini dia al-Hârits”.
Setelah al-Hârits mengenali mereka, ia pun berkata: “Kepada siapa kalian diutus?”
Mereka menjawab: “Kepadamu”.
Dia bertanya: “Untuk apa?”
Mereka menjawab: “Sesungguhnya Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengutus al-Walîd ibnu `Uqbah, dan ia melaporkan bahwa engkau menolak membayar zakat, bahkan ingin membunuhnya”.
Al-Hârits menyahut: “Tidak benar itu. Demi Allah yang telah mengutus Muhammad dengan sesungguhnya; aku tidak pernah melihatnya sama sekali, apalagi datang kepadaku”.
Setelah al-Hârits menghadap, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya: “(Benarkah) engkau menolak membayar zakat dan bahkan ingin membunuh utusanku?”
Al-Hârits menjawab: “Itu tidak benar. Demi Allah yang mengutusmu dengan sesungguhnya, aku tidak pernah melihatnya dan tidak pula datang kepadaku. Juga, tidaklah aku berangkat kecuali setelah nyata ketidakhadiran utusanmu. Aku justru khawatir jika ia tidak datang karena adanya kemarahan Allah dan Rasul-Nya yang lalu,” maka turunlah ayat dalam surat al-Hujurât: [1]
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا
TAFSIR PER KALIMAT
1. يا أيّها الّذين آمنوا (wahai orang- orang yang beriman).
Ayat ini diawali dengan seruan kepada ahlul-îmân. Disamping kasus ini terjadi di antara kaum beriman seperti yang kami paparkan di atas, juga karena berkaitan dengan perintah yang tidak sah dilaksanakan kecuali oleh orang yang beriman. Ayat ini, sekaligus menunjukkan bahwa penyelewengan terhadap perintah ini dapat mengurangi kadar keimanan seseorang. Oleh karena itu, mari kita mempersiapkan telinga dan hati, seraya memohon kepada Allah agar melapangkan dada kita dengan nasihat ayat ini.
2. إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا (jika ada orang fâsiq yang datang kepadamu dengan membawa berita penting).
An-Naba`, artinya isu (kabar) penting. Adapun orang faasiq, ialah pelaku fusuuq, yaitu orang yang keluar dari ketaatan kepada Allah. Setiap kemaksiatan adalah fusuuq. Karena itu, faasiq diklasifikasikan menjadi dua macam, yaitu fâsiq besar dan fâsiq kecil.
Fâsiq besar, identik dengan kufur besar, yang mengeluarkan pelakunya dari agama Islam. Dinyatakan oleh Allaah Ta’ala dalam banyak ayat al-Qur`ân:
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
Sesungguhnya orang-orang munaafik itulah orang-orang yang fâsiq. [at-Taubah/9:67].
Kita juga mengetahui, kemunafikan kaum munafikin pada zaman Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sering disebutkan dalam Al-Qur`ân ialah kemunafikan i’tiqâdi (besar). Begitu pula tentang Fir’aun dan para pengikutnya:
إِنَّهُمْ كَانُوا قَوْمًا فَاسِقِينَ
Sesungguhnya mereka adalah kaum yang fâsiq. [al-Qashash/28:32].
Kefâsikan kecil, identik dengan dosa besar yang tidak mengeluarkan pelakunya dari agama Islam. Seperti berbohong, mengadu domba, memutuskan perkara tanpa melakukan tabayyun (penelitian terhadap kebenaran beritanya) terlebih dahulu. Hal ini banyak pula disebutkan Allah, di antaranya pada ayat-ayat berikut.
وَلَا يُضَارَّ كَاتِبٌ وَلَا شَهِيدٌ ۚ وَإِنْ تَفْعَلُوا فَإِنَّهُ فُسُوقٌ بِكُمْ
Dan janganlah pencatat maupun saksi (hutang-piutang) itu mencelakakan. Dan jika kalian lakukan itu, maka itu menjerumuskan kalian dalam kefasikan. [al-Baqarah/2:282].
فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ
Maka barang siapa yang telah menentukan pada bulan- bulan tersebut untuk berhajji, maka janganlah rafats, jangan pula melakukan fusûq, jangan pula berdebat pada saat berhaji. [al-Baqarah/2:197].
Dalam menafsirkan kata (fusûq) dalam ayat di atas, para ulama mengatakan, yaitu perbuatan maksiat [2]. Dan kefasikan yang dilakukan oleh shahâbi (sahabat) dalam sababun-nuzûl ayat ini, yaitu kebohongannya dalam menyampaikan berita.
Imam Al-Qurthubi[3] berkata: “Al-Walîd dinyatakan fâsiq, artinya berbohong”.[4]
Sehingga, dampak dari indikasi fâsiq menunjukkan bahwa apabila kebohongan saja yang merupakan kefasikan kecil sudah mengharuskan kita mewaspadai serta perlu untuk tabayyun, maka apalagi jika perbuatan itu merupakan fâsiq besar.
3. فتبيّنوا (maka telitilah dulu).
Ada dua qirâ`ah pada kalimat ini. Jumhûr al-Qurrâ membacanya “fatabayyanû”, sedangkan al-Kissâ`i dan para qurrâ` Madinah membacanya “fatatsabbatû”.[5] Keduanya benar dan memiliki makna yang sama.[6]
Tentang kalimat ini, ath-Thabari memaknainya: “Endapkanlah dulu sampai kalian mengetahui kebenarannya, jangan terburu-buru menerimanya ….”[7]
Syaikh al-Jazâ`iri mengatakan, artinya, telitilah kembali sebelum kalian berkata, berbuat atau memvonis.[8]
4. أن تصيبوا قوما بجهالة (agar jangan sampai kalian menimpakan suatu bahaya pada suatu kaum atas dasar kebodohan).
Keterkaitan makna antara ketidaktahuan dengan kesalahan sangat erat, sehingga kata “jahâlah” dimaknai kesalahan.
Imam Al-Qurthubi mengatakan, “bi jahâlah,” maksudnya ialah secara salah.[9] Adapun kesalahan yang terus dibela serta dicari-cari pembenarannya dengan berbagai dalih, maka demikian ini merupakan sifat dan kebiasaan kaum Nashara, sehingga Allah Ta’ala menyebut mereka dengan azh-zhâllîn. Yaitu orang-orang yang tersesat sebagaimana disebutkan dalam suurat al-Fâtihah.
Penjelasan dari satu pihak yang mengadu tanpa tabayyun kepada yang diadukan, dapat menyebabkan keruhnya pandangan kita terhadap seseorang yang asalnya bersih, sehingga kita berburuk sangka kepadanya, enggan bertemu dan bahkan memboikotnya, dan akibat yang ditimbulkannyapun meluas. Jika dalam perdagangan bisa menurunkan omzet, dalam pergaulan menurunkan simpati, dalam dakwah menjadikan ummat tidak mau menerima nasihat dan pelajaran yang disampaikannya, bahkan bisa sampai pada anggapan bahwa semua yang diajarkannya dianggap tidak benar. Jika demikian, maka yang mendapat kerugian ialah ummat.
5. فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ (kemudian kalian menyesal atas perlakuan kalian).
Allah Ta’ala menyebutkan penyesalan ini akan menimpa seseorang yang salah dalam menjatuhkan keputusan karena memandang suatu masalah (perkara) tanpa tabayyun, dan bukan dari orang yang diisukan negatif. Karena yang memvonis ini telah berbuat zhalim. Sedangkan yang tertuduh tanpa bukti, ia berarti mazhlûm (terzhalimi). Padahal Rasûlillâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda kepada Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu anhu :
وَاتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُوْمِ فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللهِ حِجَابٌ
Dan hindarilah doa orang yang terzhalimi. Sesungguhnya tidak ada tabir penghalang antara doa orang yang terzhalimi dengan Allah.[10]
ANTARA KEUMUMAN LAFAZH DAN KEKHUSUSAN SEBAB DALAM AYAT INI
Merupakan kaidah pokok di kalangan ahli tafsir, bahwa:
العبرة بعموم اللفظ لا بخصوص السبب
(yang menjadi patokan adalah keumuman indikasi lafazhnya, bukan kekhususan sebabnya).[11]
Kaidah ini mengajarkan kepada kita, bahwa dalil-dalil yang berlatar belakang kasus tertentu, tidak hanya berlaku untuk kasus tersebut pada waktu itu saja. Tetapi juga berlaku terhadap kasus sejenis pada masa sesudahnya, bahkan kasus-kasus yang tercakup dalam keumuman lafazh tersebut. Dan tentunya, kasus yang sejenis menempati peringkat utama terhadap pemberlakuan ayat tersebut.
Oleh karena itu, dalam ayat ini terdapat dua pedoman.
1. Kasus khusus, yaitu tentang kebohongan al-Walîd dan sunnah tabayyun dari Rasûlillâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Jika tidak melakukan tabayyun, bisa berakibat vonis murtad, peperangan dan pembunuhan.
2. Indikasi umum yang terkandung dalam dua kata bernada muthlak, yaitu “fâsiq”, dan “naba`”.
Fâsiq, ini berkaitan dengan kualitas pembawa berita. Dalam istilah ahli hadits disebut “rijâl” atau “sanad”. Sedangkan “naba`” yang berarti masalah penting, dan dalam istilah ahli hadits disebut matan (substansi berita).
Pada poin ini, kesalahan sebagian orang ialah menyempitkan makna ayat ini dengan mengatakan, jika yang membawa isu (kabar) tersebut atau bahkan yang memberi vonis tersebut seorang ustadz, maka sudah pasti benar, karena ia (ustadz itu) orang shâlih. Sebaliknya, apabila –ternyata- vonis ustadz tersebut salah, karena berdasarkan persangkaan tanpa tabayyun, apakah kita akan menyematkan pada ustadz tersebut sebagai “fâsiq”?
Tatkala Penulis bertanya tentang hal ini kepada al-‘Allâmah Syaikh ‘Ali Hasan al-Halabi – hafizhahullâh- beliau menjawab dengan tegas: “Engkau perhatikan sabab nuzûl ayat tersebut. Bukankah turun berkenaan tentang shahâbi (sahabat Nabi)?”
Maksud beliau –hafizhahullâh-, bahwasanya shahâbi sudah tentu ‘âdil (legitimate), bahkan ta`dîl (legitimasi) para sahabat dari Allah ialah “radhiyallâhu’anhum waradhû ‘anhu”. Artinya, Allah telah meridhai mereka, dan mereka pun meridhai-Nya.
Kurang legitimate apa shahâbi? Tetapi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tetap menyuruh Khâlid ibnul-Walîd agar melakukan tabayyun atau tatsabbut (cross check), karena pengaduan al-Walîd ini akan berakibat fatal. Kasus ini lebih utama dalam penerapan ayat di atas dari pada keumuman lafazh.
Kesimpulan yang bisa diambil dari ayat ini sebagai berikut.
1. Ayat ini merupakan pelajaran adab bagi orang beriman dalam menghadapi suatu isu atau berita yang belum jelas.
2. Pelaksanaan perintah tabayyun, merupakan ibaadah yang dapat meningkatkan iman. Dan meninggalkan tabayyun dapat mengurangi iman.
3. Kewajiban tabayyun dibebankan kepada orang yang menerima kabar berita dan akan menjatuhkan vonis terhadap pihak yang tertuduh.
4. Dilanggarnya perintah tabayyun, dapat berdampat pada kerusakan hubungan pribadi dan masyarakat.
5. Penyesalan di dunia maupun akhirat akan ditimpakan kepada orang yang menerima isu negatif, menyebarkannya, serta kepada orang yang menjatuhkan vonis tanpa melakukan tabayyun terlebih dahulu.
Demikian, tafsir ringkas ini. Semoga Allah Azza wa Jalla memuliakan kita dengan hidâyatut-taufîq, sehingga kita berlapang dada dengan nasihat ini. Wa âkhiru da’wânâ, ‘anil-hamdu lillâhi Rabbil ‘âlamîn.
[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 02/Tahun XIII/1430H/2009M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196]
_______
Footnote
[1]. Tafsîr al-Qur`ânil- ‘Azhîm, Ibnu Katsiir, Maktabah ash-Shafâ, Kairo, Mesir, Cetakan I, Tahun 1425/2004, (7/248).
[2]. Kitâbul-Iimaan, Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyyah, hlm 278. Kitab Tauhîd, Dr. Shâlih al-Fauzân, Jilid 3, hlm. 26.
[3]. Al-Imâm Abu `Abdillâh, Muhammad ibnu Ahmad al-Anshâri al-Qurthubi.
[4]. Al-Jâmi’ li Ahkâmil-Qur`ân, Dârul-Kutub al-‘Ilmiyyah, Beiruut, Libanon, 16/205.
[5]. Al-Jâmi’ li Ahkâmil-Qur`ân, 1/ 205. Jâmi’ul-Bayân fî Ta`wîlil-Qur`ân, 11/383.
[6]. Jâmi’ul-Bayân fî Ta`wîlil-Qur`ân, 11/383.
[7]. Ibid.
[8]. Aysarut-Tafâsiir, Maktabtul-Ulûm wal-Hikam, Madinah Nabawiyyah, Cetakan ke-6, Tahun 1423 H/ 2003 M, hlm. 1259.
[9]. Jâmi’ul-Bayân fî Ta`wîlil-Qur`ân, 11/ 383.
[10]. Shahîh al-Bukhâri, al-Mazhâlim (9, 3/99).
[11]. Al-Burhân fî ‘Ulûmil-Qur’ân, az-Zarkasyi, Maktabah Dârit-Turâts, Kairo, 1/32

almanhaj.or.id/3445-mengapa-mesti-tabayyun